Tampilkan postingan dengan label Badminton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badminton. Tampilkan semua postingan

Hasil Pertandingan Turnamen Singapore Open Super Series 2013

Admin | 15.28 | 0 komentar
Berikut Update Terbaru Jadwal Dan Hasil Pertandingan Lengkap Turnamen Bulutangkis (Badminton) Singapore Open Super Series 2013.
Singapore Open 2013

Round 2 (Babak Kedua), Kamis 20 Juni 2013, Mulai Pukul 13.00 WIB

Tunggal Putra (Mens Singles)
Kento Momota (Jepang) vs Ng Ka Long (Hongkong) 21-17, 21-12
Rajiv Ouseph (England) vs Kenichi Tago (Japan) 21-18, 21-12
Tommy Sugiarto (Indonesia) vs Wang Zhengming (China) 21-16, 22-20
Chong Wei Feng (Malaysia) vs Sai Praneeth B. (India) 21-11, 17-21, 21-16
Boonsak Ponsana (Thailand) vs Wong Wing Ki (Hongkong) 21-15, 21-13
Marc Zwiebler (Jerman) vs Du Pengyu (China) 21-18, 12-21, 21-19
Nguyen Tien Minh (Vietnam) vs Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand) 17-21, 21-5, 21-13
Takuma Ueda (Jepang) vs Kazumasa Sakai (Jepang) 21-13, 21-14

Tunggal Putri (Womens Singles)
Li Xuerui (China) vs Belaetrix Manuputi (Indonesia) 21-19, 18-21, 21-14
Sapsiree Taerattanachai (Thailand) vs Sung Ji Hyun (Korsel) 21-19, 21-16
Yu Sun (China) vs Juliane Schenk (Germany) 21-19, 21-15
Lindaweni Fanetri (Indonesia) vs Kaori Imabeppu (Jepang) 21-15, 22-20
Saina Nehwal (India) vs Eriko Hirose (Jepang) 16-21, 21-16, 21-9
Wang Shixian (China) vs Petya Nedelcheva (Bulgaria) 21-18, 21-15
Wang Yihan (China) vs Carolina Marin (Spanyol) 21-18, 11-21, 21-17
Tai Tzu Ying (Chinese Taipei) vs Minatsu Mitani (Jepang) 22-20, 21-12

Ganda Putra (Mens Doubles)
Cai Yun/Fu Haifeng (China) vs Kang Ji Wook/Lee Sang Joon (Korea Selatan) 21-14, 21-19
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin (Chinese Taipei) 21-17, 21-18
Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (Korea Selatan) vs  Ong Jian Guo/Teo Kok Siang (Malaysia) 21-11, 21-12
Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) vs Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana (Indonesia)
Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong (Korsel) vs Pranaav Jerry Chopra/Akshay Dewalkar (India) 21-14, 21-19
Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuaoech (Thailand) vs Chan Yun Lung/Lee Chun Hei (Hongkong) 21-12, 21-17
Hiroyuki Saeki/Ryota Taohata (Jepang) vs Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia) 21-19, 21-18
Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang) vs Alvent Yulianto Chandra/Markis Kido (Indonesia) 21-15, 21-16

Ganda Putri (Womens Doubles)
Tian Qing/Zhao Yunlei (China) vs Johanna Goliszewski/Birgit Michels (Jerman) 21-4, 0-0 retiterd
Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Indonesia) vs Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korsel) 21-12, 21-17
Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (Jepang) vs Lee Meng Yan/Lim Yin Loo (Malaysia) 21-15, 21-11
Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (Korsel) vs Jang Ye Na/Kim So Young (Korsel) 21-18, 21-14
Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta (Indonesia) vs Poon Lok Yan/Tse Ying Suet (Hongkong) 21-12, 19-21, 21-19
Ma Jin/Tang Jinhua (China) vs Lauren Smith/Gabrielle White (Inggris) 21-9, 21-11
Bao Yixin/Cheng Shu (China) vs Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 18-21, 21-19, 22-20
Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) vs Naoko Fukuman/Kurumi Yonao (Jepang) 21-15, 21-13

Ganda Campuran (Mixed Doubles)
Chris Adcock/Gabrielle White (England) vs Kenichi Hayakawa/Misaki Matsutomo (Jepang) 21-16, 21-12
Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong) vs Terry Yeo Zhao Jiang/Yao Lei (Singapura) 21-15, 21-10
Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won (Korsel) vs Chris Langridge/Heather Olver (Inggris) 21-11, 21-12
Muhammad Rijal/Debby Susanto (Indonesia) vs Ryota Taohata/Naoko Fukuman (Jepang) 21-13, 21-13
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia) vs Ong Jian Guo/Lim Yin Loo (Malaysia) 22-20, 21-13
Praveen Jordan/Vita Marissa (Indonesia) vs Arun Vishnu/Aparna Balan (India) 21-10, 21-18
Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (Korsel) vs Zhang Nan/Zhao Yunlei (China) 21-15, 23-21
Shin Baek Choel/Jang Ye Na (Korsel) vs Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand) 21-19, 21-16

Quarter Finals (Babak Perempat Final), Jumat 21 Juni 2013, Mulai Pukul 14.00 WIB

Tunggal Putra (Mens Singles)
Nguyen Tien Minh (Vietnam) vs Marc Zwiebler (Jerman) 23-21, 11-8 retired
Tommy Sugiarto (Indonesia) vs Rajiv Ouseph (England) 21-19, 21-18
Takuma Ueda (Jepang) vs Kento Momota (Jepang) 21-14, 21-19
Boonsak Ponsana (Thailand) vs Chong Wei Feng (Malaysia) 21-10, 21-19

Tunggal Putri (Womens Singles)
Li Xuerui (China) vs Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 21-11, 21-19
Yu Sun (China) vs Tai Tzu Ying (Chinese Taipei) 21-17, 21-11
Wang Yihan (China) vs Wang Shixian (China) 21-15, 21-11
Lindaweni Fanetri (Indonesia) vs Saina Nehwal (India) 17-21, 21-13, 21-13

Ganda Putra (Mens Doubles)
Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (Korea Selatan) vs Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuaoech (Thailand) 21-9, 21-16
Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong (Korsel) vs Hiroyuki Saeki/Ryota Taohata (Jepang) 21-14, 21-12
Cai Yun/Fu Haifeng (China) vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) 24-22, 21-14
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang) 21-15, 23-21

Ganda Putri (Womens Doubles)
Tian Qing/Zhao Yunlei (China) vs Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (Jepang) 21-15, 21-13
Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Indonesia) vs Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (Korsel) 21-12, 22-20
Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta (Indonesia) vs Ma Jin/Tang Jinhua (China) 21-19, 18-21, 24-22
Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) vs Bao Yixin/Cheng Shu (China) 21-9, 21-18

Ganda Campuran (Mixed Doubles)
Praveen Jordan/Vita Marissa (Indonesia) vs Muhammad Rijal/Debby Susanto (Indonesia) 21-17, 14-21, 21-13
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia) vs Chris Adcock/Gabrielle White (England) 21-14, 21-7
Shin Baek Choel/Jang Ye Na (Korsel) vs Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong) 21-17, 21-15
Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won (Korsel) vs Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (Korsel) 22-20, 21-14

Semi Finals (Babak Semifinal), Sabtu 22 Juni 2013, Mulai Pukul 13.00 WIB

Tunggal Putra (Mens Singles)
Tommy Sugiarto (Indonesia) vs Nguyen Tien Minh (Vietnam) 20-22, 21-19, 21-15
Boonsak Ponsana (Thailand) vs Takuma Ueda (Jepang) 21-8, 21-15

Tunggal Putri (Womens Singles)
Li Xuerui (China) vs Yu Sun (China) 21-13, 21-11
Wang Yihan (China) vs Lindaweni Fanetri (Indonesia) 20-22, 21-17, 21-18

Ganda Putra (Mens Doubles)
Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (Korea Selatan) vs Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong (Korsel) 21-15, 21-19
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs Cai Yun/Fu Haifeng (China) 21-16, 21-14

Ganda Putri (Womens Doubles)
Tian Qing/Zhao Yunlei (China) vs Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Indonesia) 21-16, 13-21, 21-18
Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) vs Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta (Indonesia) 21-17, 21-16

Ganda Campuran (Mixed Doubles)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia) vs Praveen Jordan/Vita Marissa (Indonesia) 21-11, 16-21, 21-18
Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won (Korsel) vs Shin Baek Choel/Jang Ye Na (Korsel) 21-13, 21-17

Babak Final, Minggu 23 Juni 2013, Mulai Pukul 12.00 WIB

Tunggal Putra (Mens Singles)
Tommy Sugiarto (Indonesia) vs Boonsak Ponsana (Thailand) 20-22, 21-5, 21-17

Tommy Sugiarto

Tunggal Putri (Womens Singles)
Wang Yihan (China) vs Li Xuerui (China) 21-18, 21-12

Ganda Putra (Mens Doubles)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (Korea Selatan) 21-15, 21-18

Podium Ganda Putra

Ganda Putri (Womens Doubles)
Tian Qing/Zhao Yunlei (China) vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) 21-19, 21-16

Ganda Campuran (Mixed Doubles)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia) vs Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won (Korsel) 21-12, 21-12

Podium Ganda Campuran

Taufik Hidayat Mendapat Pesta Kejutan

Admin | 15.20 | 0 komentar
Mantan pebulutangkis tunggal putra, Taufik Hidayat, mendapatkan sebuah pesta kejutan dari keluarga dan sahabat dekatnya. Meskipun akhirnya juara Olimpiade Athena 2004 itu sempat mendapatkan bocoran, namun dia tetap terkejut dengan banyaknya tamu yang hadir dari berbagai kalangan.

Surprised juga melihat banyak tamu yang datang. Saya juga tidak tahu kalau akan dibuatkan acara seperti ini,” ujar Taufik, dalam rilisnya, Kamis (20/6)

Penggagas acara kejutan tersebut yakni Ami Gumelar yang merupakan istri Taufik. Menurut Ami, acara ini digelar untuk terus memberikan dukungan semangat kepada suaminya tercinta agar tetap berkarya.
Dalam acara yang digelar di Hotel Grand Kemang tersebut, Ami membuat tagline,“Dilarang stop, teruskan perjalananmu!”

Tagline tersebut dibuat untuk mendukung semangat Taufik agar tetap berkarya meskipun sudah tidak bermain lagi sebagai pemain bulu tangkis. Taufik sangat berterima kasih kepada istri, keluarga, dan sahabat dekatnya yang sudah membuat acara kejutan tersebut.
Meskipun sudah gantung raket, dia berjanji tetap akan memberikan dukungan, semangat, dan motivasi kepada para pemain bulu tangkis muda agar bisa mengikuti jejaknya. Sebagai tanda ikut mendukung generasi muda, Taufik memberikan raket kepada keponakannya yang berusia sepuluh tahun bernama Pinicha. 

“Mudah-mudahan keponakan saya bisa menjadi pemain bagus, sebab di olahraga itu prestasi yang berbicara. Semoga kelak dia bisa memiliki prestasi cemerlang,” ujar Taufik.

Kejutan belum berakhir. Ayahanda Taufik, Aris Haris, memberikan sebuah kado istimewa berupa catatan harian yang dia tulis sejak anak lelakinya itu mulai menekuni bulutangkis. Dia menuliskannya sejak 1989 hingga Taufik masuk pelatnas PBSI pada 1996.
Catatan harian itu juga berisi kliping berita-berita Taufik yang diambil dari surat kabar. Atas prestasi dan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara, Taufik mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Jaya Suprana.

Tips Memilih Raket Bulutangkis Dengan Benar

Admin | 14.46 | 2komentar



Orang-orang sering sekali bertanya tentang jenis raket apa yang digunakan seorang pemain dunia. “Raket apa sih yang digunakan Taufik Hidayat?.” atau “Merk apa yang digunakan oleh Lee Chong Wei?.” atau ‘Raket Lin Dan bagus tuh,dia memangnya pakai apa?.”. Banyak orang yang akhirnya terjebak dengan label-label raket yang disematkan kepada pemain-pemain dunia itu. Apapun yang dipakai oleh Lee Chong Wei kadang-kadang orang akan merasa bahwa jenis raket itu akan sesuai dengan mereka juga. Padahal anggapan itu salah.

Pepatah mengatakan Lain Padang Lain Belalang yang mana maksudnya adalah tiap-tiap orang itu memiliki perbedaan dan tidak akan pernah sama. Seorang anak kembar yang identik pun memiliki perbedaan. Ini juga berlaku pada olahraga Badminton atau Bulutangkis. Setiap pemain pasti memiliki gaya permainan, tipe pukulan yang berbeda-beda. Nah, raket-raket sekarang sudah diciptakan untuk bisa menyatu  dengan beragam dan banyaknya gaya permainan tiap-tiap orang. Jadi, anggapan bahwa raket yang dipakai oleh Lee Chong Wei atau Peter Gade bisa digunakan oleh semua orang belum tentu benar.

Nama Bagian Pada Raket


Nama Bagian Pada Raket
Dalam memilih raket bulutangkis, yang harus anda perhatikan adalah kondisi psikis anda dan juga anda perlu tahu apa yang anda cari di raket yang anda akan beli. Apakah anda suka raket yang powerfull, mempunyai fungsi kontrol yang baik ataukah anda mencari raket yang nyaman. Dan yang mesti anda tahu adalah tipe pemain seperti apakah anda, penyerang, bertahan atau rally.
Dalam memilih raket bulutangkis untuk permainan , anda harus tahu dulu, apakah anda bermain dengan power atau control. anda harus memilih satu diantaranya. Jika anda adalah orang yang bermain dengan power, maka anda harus mencari raket yang memang didesain untuk orang seperti anda. begitu pula jika anda adalah orang yang bermain dengan tipe control. Jika memilih bermain balance maka anda bisa mencari raket yang seimbang antara control dan power.
Nah, ada 4 cara yang bisa dilakukan ketika sedang memulai memilah milah raket. Empat hal yang harus dipertimbangkan itu adalah Berat raket, Titik keseimbangan, Kelenturan dari batang raket dan bentuk dari bingkai kepala raket. Yuk, Kita bahas satu persatu.

Berat Raket

Raket bulutangkis atau badminton sejatinya dibagi dalam beberapa ukuran berat yang ditandai dengan kode U. Terdapat 5 jenis U dimana semakin tinggi nilai U raket tersebut maka akan semakin ringan. Semakin rendah nilai U suatu raket maka semakin berat. Berat rata-rata raket sendiri adalah antara 83-100 gr. Pada umumnya raket yang dijual dipasaran adalah 3U (85-89 Gr) atau 2U (90-94 Gr) sedangkan ukuran lain masih jarang dijual,kalaupun ada maka untuk ukuran 4U dan 5U biasanya mempunyai harga yang cukup mahal.
Berat yang tercantum ini adalah diluar berat ketika nanti ditambahkan dengan berat handgrip dan berat dari senar yang sudah dipasang. Rata rata penambahan berat setelah dibebankan dengan senar adalah kurang lebih 2-6 gr terutama untuk handgrip. Di Jepang sendiri ukuran Handgrip didasarakan pada ukuran G2, G3, G4, dan G5 dimana G2 adalah ukuran terbesar dan G5 adalah ukuran terkecil. anda juga harus mempertimbangkan apakah handgrip pada raket akan anda lepas atau di double dengan hand grip yang baru. Ketika anda melakukan pendouble-an pada hand grip maka raket akan semakin bertambah berat.

Voltric Peter Gade


Voltric Peter Gade
Nah raket yang berukuran berat disebut raket power. raket jenis ini baik digunakan bagi mereka yang mempunyai pergelangan tangan yang kuat. Raket yang berat akan memberikan momentum yang lebih saat anda mengayunkan raket sehingga akan memberikan power yang lebih apalagi saat menggunakannya untuk melakukan smash. yang jadi masalah kemudian adalah raket yang berat sangat sulit untuk di kontrol. Jika tidak sabar dan tenang serta mengontrol power  dalam memukul, kemungkinan bola out akan sering terjadi Plus akan sangat sulit untuk mengenggam raket yang lumayan berat.
Raket yang ringan sangat baik untuk melakukan kontrol bola namun sangat sulit mendapatkan power dari sini. Anda harus bekerja ekstra keras untuk menciptakan momentum yang besar agar powernya lebih.
Titik Keseimbangan
Pada saat anda akan membeli raket pertimbangan untuk melakukan apa yang disebut sebagai “mencari jenis raket dengan melihat titik keseimbangannya”. Bagaimana caranya?. ambil raket yang anda akan beli, hadapkan jari telunjuk anda ke atas dan taruh batang raket di atas tangan anda. Geser batang raket sampai anda menemukan bahwa raket dalam keadaan seimbang. Jika sudah dilakukan anda bisa melihat dimanakah letak jari telunjuk anda.
  1. Jika jari telunjuk anda lebih dekat dengan frame/atau kepala raket maka raket jenis ini adalah raket power.
  2. Jika jari telunjuk anda lebih dekat dengan pegangan raket, maka tipe ini adalah raket jenis control.

Mengukur Kontrol dan Power Pada Raket

Mengukur Kontrol dan Power Pada Raket
Gimana dong kalau sudah terlanjur di beli?. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan ketika anda sudah membeli raket dan tipe permainan anda tidak sesuai dengan raket yang sudah anda beli. Jika anda lebih menginginkan raket anda bertipe control maka yang anda bisa lakukan adalah bungkus pegangan dengan dua buah handgrip atau 1 handgrip yang berat atau gunakan senar yang lebih ringan atau lebih kecil ukurannya.
Jika anda lebih memilih untuk menjadikan raket anda adalah raket yang bertipe power maka anda cukup mengganti handgrip pada pegangan raket anda menjadi yang lebih ringan untuk mendapatkan frame kepala raket yang lebih berat. Untuk melihat apakah adjusment atau pengaturan yang anda lakukan sudah benar. anda bisa melakukan test ini berulang kali.

Tingkat Kekakuan Dari Batang Raket
Ketika anda membeli raket maka ada dua pilihan batang raket yang tersedia yaitu batang raket yang flexible dan yang kaku. Batang raket yang flexible akan sangat gampang dan mudah untuk melentur ketika anda melakukan  pukulan. Sedangkan batang raket yang kaku adalah berkebalikan dengan yang flexible. Nah untuk yang satu ini, anda harus benar-benar perhatikan bahwa ketika anda membeli raket maka tidak ada cara untuk melakukan pengaturan fleksibilitas dari batang raket seperti pembahasan kita diatas. Kelenturan raket bersifat fix dan tidak dapat diubah ketika anda melakukan pembelian. Meskipun seiring musim berlalu batas kekakuan juga akan dicapai namun ada baiknya anda pertimbangkan hal ini sebelum membeli.
Bagaimana cara mengecek raket anda apakah flexible atau kaku?. Tidak ada cara lain selain ketika anda sedang memilih-milih raket, cobalah untuk memegang kepala raket dan pegangan raket dan cobalah membengkokkannya secara perlahan lahan dan hati-hati. Jangan sampai acara bengkok membengkokan raket anda menjadi petaka. Maksud saya, raketnya patah dan anda disuruh ganti. Perlu diingat,Batang raket tidak akan bisa flexible sampai 45 derajat apalagi 90 derajat, jadi sedikit membengkokan saja anda bisa tahu kalau raket yang anda beli flexible atau kaku.
Cara Melakukan Puntiran Pada Kepala Raket

Cara Melakukan Puntiran Pada Kepala Raket
  • Raket Dengan Batang Flexible
  1. Raket jenis ini memberikan repulsion yang bagus saat anda melakukan ayunan. Hal ini disebabkan pada saat mengayun, batang raket secara flexible akan membengkok kebelakang sedikit pada saat inilah jenis raket ini akan menyimpan energi yang besar yang akan dikeluarkan pada saat bantalan senar bertemu dengan shuttlecock. Energi ini akan dilepas dan ditransfer ke shuttlecock. Sehingga anda tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak saat memukul.
  2. Karena batangan raket sangat flexible dan elastis maka akan sangat sulit melakukan penempatan bola dengan raket jenis ini. Hal ini dikarenakan pada saat shuttlecock mendarat di bantalan senar, repulsi akan menyebabkan raket akan bervibrasi. Vibrasi ini akan menggangu dan menyebabkan arah bola yang tidak pasti. Sehingga akan sangat sulit mengendalikan arah bola dengan jenis raket yang mempunyai batangan yang flexible
  3. Raket tipe ini cocok bagi pemain yang mempunyai tipe stroke atau defensive (bertahan). Hal ini disebabkan karena dua jenis pemain ini sangat menyenangi permainan dengan lob panjang dan bermain drop shot. sesekali tipe ini akan melakukan smash namun hanya ketika mereka mendapatkan kesempatan yang bagus. Raket jenis ini memerlukan sedikit energi untuk menghasilkan tenaga. Dengan demikian, pemain jenis ini tidak perlu khwatir untuk mengeluarkan banyak tenaga dalam melakukan ayunan ketika melakukan pengembalian maupun dropshot. sehingga mereka dapat lebih fokus untuk melakukan permainan bertahan.
  4. Raket ini sangat baik dalam mengantisipasi smash keras yang dikeluarkan lawan. Dengan smash keras, raket ini hanya butuh sedikit tenaga dan sentuhan lembut untuk melakukan pengembalian bola. Pengembalian shuttleck sangat mudah dilakukan dengan jenis raket ini karena pada saat mengayun elastistas yang dihasilkan raket kemudian kembali ke posisi semula membuat adanya tenaga tambahan yang dihasilkan.
  5. Raket dengan batangan yang flexible cocok untuk para pemula yang baru belajar bulutangkis karena tidak membutuhkan banyak tenaga. memukul shuttlecock dari baseline ke baseline juga bukan jadi masalah besar. Dengan menggunakan jenis raket ini, pemula bisa lebih fokus ke teknik bermain bulutangkis dibandingkan harus berpikir keras bagaimana memukul shuttlecock agar tidak out.
  6. Kerugian dari menggunakan raket ini adalah kurangnya kecepatan dalam mengembalikan. ketika shuttlecock mendarat di bantalan senar. Ada waktu yang dihabiskan oleh shuttlecock sepersekian detik ketika raket secara fleksibel akan membungkuk kebelakang dan kembali ke posisi semula. Sehingga ada beberapa waktu yang terbuang antara waktu mendaratnya shuttlecock dan kemudian dikembalikan ke lawan.
  • Raket Dengan Batang Kaku
  1. Batang raket yang kaku akan menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada repulsion. Shuttlecock akan segera terpental ketika mengenai bantalan karet. Dengan repulsion yang kecil, pukulan akan kurang powerfull. Ini berarti jika anda memilih raket jenis anda, anda perlu untuk mengayunkan raket lebih keras ketika melakuakn pengembalian bola.
  2. Jenis raket dengan batang yang keras akan sangat baik digunakan jika anda adalah tipe pemain yang senang melakukan penempatan bola. Tidak seperti jenis raket yang flexible. Jenis raket ini tidak bisa membengkok atau secara elastis. Raket tidak akan menghasilkan vibrasi ketika shuttlecock mendarat di bantalan senar. Dengan tidak adanya vibrasi, arah pengembalian shuttlecock akan lebih pasti dan shuttlecock tidak akan mudah berubah arah.
  3. Raket ini paling bagus untuk melakukan serangan cepat, skill menipu dan juga netting tipis. Permainan bulutangkis adalah permainan yang membutuhkan kecepatan. Batang yang flexible memberikan kekuatan namun kurang kecepatan dalam merespon shuttlecock. Dengan batang raket yang keras, anda harus mengeluarkan tenaga berlebih untuk mendapatkan kecepatan dalam mengembalikan shuttlecock. Pada saat shuttlecock mengenai senar maka segera akan  akan kembali dengan cepat. Dengan raket yang kaku, anda hanya memerlukan kekuatan pergelangan tangan daripada gerak mengayun. Pemain dengan advanced skillsseperti penyerang cepat dan tipe penipu membutuhkan eksekusi cepat melalui sentuhan dari pergelangan tangan. Banyak pemain bulutangkis top dunia sekarang ini menggunakan raket dengan tipe kaku, karena mereka siap untuk menyuntikkan kecepatan dan kekuatan sehingga lawan biasanya tidak akan siap untuk melakukan pengembalian.
  4. Raket jenis ini sangat cocok buat mereka yang memiliki skill menengah dan kelas atas atau sudah mahir(advanced). Bukan berarti anda yang pemula tidak punya kemampuan untuk  memproduksi pukulan yang powerfull, namun raket yang flexible sudah menghasilkan tenaga sendiri. Dengan ini, pemain pemula tidak perlu berpikir untuk berapa banyak tenaga yang harus mereka keluarkan tapi hanya perlu berlatih bagaimana melakukan teknik yang benar. Pemain yang sudah cukup mahir dan mahir dan menguasai teknik-teknik bulutangkis dengan baik dan benar, bisa mencoba jenis raket ini untuk mendapatkan sensasi serta skill-skill tingkat lanjut lainnya.
  5. Kelemahan dari raket ini adalah anda membutuhkan ayunan yang kuat atau aksi yang cepat dari pergelangan tangan. Agar permainan bisa maksimal, teknik bagus sangat diperlukan untuk menciptakan kekuatan yang cukup dalam melakukan ayunan. Jika energi yang diberikan terlalu kuat dalam melakukan ayunan maka shuttlecock bisa saja out. Dengan raket yang kaku, kekuatan dalam gerakan mengayun yang diberikan tidak akan sepenuhnya ditransfer ke shuttlecock ketika jatuh ke bantalan senar. Intinya adalah Raket kaku is about menggunakan kekuatan pergelangan tangan untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan.
Bentuk Dari Frame Raket
Ketika membeli raket, anda dapat mempertimbangkan apakah anda akan menggunakan frame yang bertipe konvensional yang berbentuk oval ataukah anda akan lebih memilih yang berbentuk mendekati persegi atau lebih dikenal dengan isometric.
Frame Isometric memiliki spot-spot pukulan yang baik di bantalan senar yang lebih luas. Dengan semikian, akan ada banyak kesempatan bagi pemain untuk menciptakan pukulan yang cantik dan unik.

Raket Bulutangkis Dengan Square Frame
Raket Bulutangkis Dengan Square Frame

Frame konvensional yang berbentuk oval memiliki spot atau titik unutuk melakukan pukulan yang baik lebih sedikit daripada yang ada pada frame isometric namun pada saat shuttlecok mendarat pada spot yang benar-benar baik maka akan tercipta pukulan yang sangat-sangat berkualitas tinggi. Frame ini sudah jarang di jual di pasaran karena frame isometric sudah menjamur di pasar.

Raket Bulutangkis Dengan Oval Frame





Tim Sudirman indonesia Bertolak ke Kuala Lumpur

Admin | 14.10 | 0 komentar
466312_366799496764276_1156166501_o



Pasukan Merah Putih yang akan betarung di kejuaraan Piala Sudirman 2013 (foto atas) dikabarkan akan berangkat dari Jakarta ke Kuala Lumpur pada hari Rabu tanggal 15 Mei pekan depan. Kabar ini duaribuan dapatkan dari Radio Elshinta beberapa hari yang lalu. Dijadwalkan, Tim Indonesia berangkat sekitar pukul 11.00 WIB.

Tanggal 15 Mei dijadikan tanggal keberangkatan Tim Indonesia dikarenakan selain mempersiapkan diri lebih awal, beberapa ofisial juga akan mengikuti beberapa agenda penting selain turnamen, seperti BWF Annual General Meeting (AGM), Pemilihan Presiden BWF hingga persiapan BWF All Star Awards 2013. Info selengkapnya bisa anda lihat di artikel http://duaribuan.wordpress.com/2013/05/01/mei-ini-perhatian-tertuju-ke-kuala-lumpur.

Di Kuala Lumpur, pihak Ofisial Malaysia untuk Piala Sudirman 2013 sudah menyediakan hotel resmi untuk para peserta Piala Sudirman, yakni Berjaya Times Square Hotel. Di sekitar Kawasan Hotel itu terdapat berbagai sarana prasana yang bisa dibilang lengkap. Mulai dari shopping mall (buat Bella, Hayom, dkk) hingga kawasan Theme Park Indoor yang merupakan arena hiburan dalam ruangan terluas di Malaysia. Aksesibilitas ke berbagai kawasan strategis di Kuala Lumpur juga dijamin dengan adanya transportasi Monorail yang tentunya bebas kemacetan. Pantas lah Kuala Lumpur jadi tuan rumah.

Tim Indonesia akan mengawali pertandingan di ajang Piala Sudirman 2013 ini pada hari Senin, 20 Mei 2013 menghadapi Tim India dilanjutkan pada hari Selasa, 21 Mei 2013 melawan Tim China. Kedua pertandingan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB dan rencananya MNCTV akan menyiarkan kedua pertandingan ini. Prediksi duaribuan jika Indonesia bisa lolos ke Perempat Final dan dalam knockout draw (21 Mei) tidak satu poll dengan China, Indonesia mungkin bisa lolos ke Final bahkan Juara. Kita doakan ya…

Bonus Terus Mengalir Untuk Tontowi/Liliyana

Admin | 05.50 | 1komentar
Setelah diganjar bonus dari klub masing-masing sebesar Rp200 juta berupa deposito dan $10.000 dari Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), pasangan ganda campuran ini kembali mendapat bonus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Jumlah bonus yang diterima dari KONI sebesar Rp100 juta.

“Kita tentunya senang sekali ada perhatian dari berbagai pihak. Sudah lama kita tidak juara (All England) dan ini momen yang baik. Saya ingin ini menjadi motivasi buat kami untuk terus berprestasi. Kami mendapat kepercayaan diri lebih dengan apresiasi ini,” ujar Liliyana saat pemberian bonus di Gedung Piramida, GBK, hari ini.

Pasangan yang kini bercokol di posisi ketiga dunia dipastikan menjadi salah satu wakil Indonesia di Olimpiade London tahun ini. 

Liliyana mengatakan dirinya dan Tontowi tidak menyia-nyiakan waktu untuk memperbaiki penampilan mereka hingga menjelang Olimpiade di bawah asuhan pelatih nasional, Richard Mainaky.

Tontowi/Liliyana Rengkuh Gelar Indian Open

Admin | 05.37 | 0 komentar
Satu-satunya wakil Indonesia di babak final pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil merengkuh juara Indian Open Super Series 2012, Minggu (29/4/2012) sore WIB.

Tontowi/Liliyana meraih podium tertinggi pada turnamen kali ini usai menundukkan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam lewat pertarungan tiga game, 21-16, 12-21 dan 21-14.

Pada game pertama, pertarungan berjalan sengit, kejar-mengejar poin terjadi bahkan hingga menyentuh di poin 13-13. Namun, Tontowi/Liliyana langsung ganti strategi dan lebih sering menyerang, sehingga tak membiarkan permainan Prapakamol/ Thoungthongkam. Game pertama menjadi milik Tontowi/Liliyana 21-16.

Tak mau begitu saja kalah dalam dua game, Prapakamol/ Thoungthongkam yang juga unggulan kelima turnamen ini bermain lebih agresif. Setelah kedudukan 7-5 untuk keunggulan ganda campurang Thailand ini, Tontowi/Liliyana mulai terus tertinggal dan tak mampu membalikkan keadaan sehingga kalah di game kedua, 12-21.

Pada game penentuan, menyandang unggulan kedua turnamen ini, Tontowi/Liliyana bermain lebih tenang. Kedua pasangan saling bergantian memimpin, namun tampaknya Prapakamol/ Thoungthongkam mulai terkuras tenaganya ketika kedudukan 10-10. Tontowi/Liliyana mengambil kesempatan itu dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 21-14 di game ketiga.

Dengan hasil ini, Tontowi/Liliyana juga berarti mempertahankan gelar Indian Open Super Series yang juga mereka menangkan tahun lalu. Gelar ini juga menjadi yang ketiga yang telah Tontowi/Liliyana kumpulkan sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, ganda campuran peringkat ketiga dunia ini mengharumkan nama Indonesia saat menjadi juara di All England dan Swiss Open GP Gold.

Simon Mundur, Tunggal Putra Sisakan Hayom

Admin | 02.36 | 0 komentar
Peluang Indonesia meraih gelar juara pada nomor tunggal putra di kejuaraan Asia 2012, ada di pundak  Dionysius Hayom Rumbaka. Pebulutangkis muda ini menjadi satu-satunya yang sukses melaju ke babak ketiga.

Hayom melakoni babak kedua di Qingdao Sports Centre Conson Stadium, Rabu (18/4/2012) malam, dengan menghadapi pebulutangkis Thailand, Suppanyu Avihingsanon.

Unggul peringkat dan pengalaman, Hayom tak kesulitan melewati hadangan Avihingsanon. Dalam tempo 45 menit, Hayom yang menempati unggulan ke-13, sukses meraih kemenangan dua game, 21-16 dan 21-16.

Di babak ketiga nanti, Hayom akan berhadapan dengan petenis tangguh, Chen Long. Unggulan dua asal China ini lolos ke babak ketiga usai menundukkan Hsuan Yi Hsueh asal Taiwan dengan 21-13 21-14.

Hayom menjadi satu-satunya wakil Indonesia di tunggal putra, setelah Taufik Hidayat dan Simon Santoso gugur di babak kedua. Simon dipastikan angkat koper karena memutuskan mundur sebelum bertanding kontra pebulutangkis China Gao Huan yang lolos lewat jalur kualifikasi.

Simon yang menempati unggulan empat memutuskan mundur karena mengalami cedera otot perut. “Otot perut saya tertarik, mulai terasa waktu di Axiata Cup lalu. Sehabis melawan Sameer Verma kemarin, sakitnya mulai terasa lagi terutama saat melakukan smash” ujar Simon di situs resmi PBSI.

Sementara itu di nomor lain Indonesia masih punya beberapa wakil. Di nomor ganda putri, pasangan Vita Marissa/Nadia Melati sukses melaju ke babak kedua usai mengalahkan ganda putri India, Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa, 18-21 21-17 21-7.

Sayang, langkah gemilang Vita/Nadia gagal diikuti Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang harus angkat koper di pertandingan pertama. Meiliana/Greysia harus mengakui keunggulan pasangan Korea, Kyung Eun Jung/Ha Na Kim lewat pertarungan sengit tiga game, 21-11 19-21 21-17.

Di nomor ganda putra, Indonesia punya dua wakil pada babak kedua. Pasangan senior Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan berhasil melakoni laga perdana dengan kemenangan atas ganda putra Malaysia Thien How Hoon/Wee Kiong Tan, 12-21 21-18 21-15.

Sementara satu pasangan lain yang lolos ke babak kedua adalah, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra. Pasangan muda ini menang mudah atas ganda putra Mongolia, Erdenebayar Enkhbold/Zolzaya Munkhbaatar, 21-9 21-6.

Terakhir, pada nomor ganda campuran, Indonesia mengirim tiga wakilnya di babak kedua. Pasangan Fadhilah Irfan/Anggraini Weni sukses menundukkan Gun Woo Cho/Ye Na Jang asal Korea yang memutuskan mundur pada game kedua dalam posisi tertinggal 15-13 di game pertama.

Unggulan ketujuh, Muhammad Rijal/Debby Susanto juga lolos usai menang mudah atas pasangan kualifikasi asal Uzbekistan, Artyom Savatyugin/Surayyo Ahmadjonova, 21-4 21-6.

Ganda campuran Indonesia terakhir yang lolos ke babak kedua adalah Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati. Fran/Shendy tampil cemerlang dengan tidak memberikan satu poin kepada pasangan kualifikasi asal Turkmenistan, Annachary Nyyazgulyyev/Violetta Arutyunyan, 21-0 21-0.

Tim Uber akan Lakukan Simulasi

Admin | 08.33 | 0 komentar
INILAH.COM, Jakarta - Jelang kejuaraan Piala Uber 2012, PBSI mengadakan simulasi yang rencananya akan berlangsung pada 15 April 2012 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Acara ini diadakan bersamaan dengan berlangsungnya ajang pertandingan beregu putra Axiata Cup 2012, tepatnya sebelum final leg kedua, pada pukul 08.00 WIB.

“Pihak Axiata Cup sudah memberikan izin kepada kami untuk menyelenggarakan simulasi Piala Uber. Dengan dilangsungkan di tempat dan hari yang sama dengan Axiata Cup, kami harap publikasi dan antusiasme masyarakat lebih besar dalam memberikan dukungan pada tim Thomas dan Uber,” ujar Yacob Rusdianto, Sekjen PBSI dilansir situs resmi PBSI.

Tim manajer Piala Thomas dan Uber 2012 masih mendiskusikan mengenai format yang akan dipakai serta nama-nama pemain yang akan diturunkan. Idealnya, format yang dipakai saat simulasi adalah tiga partai tunggal dan dua partai ganda.

Namun mengingat waktu yang tersedia sangat terbatas, ada kemungkinan format yang akan dipakai sama seperti Axiata Cup, yaitu dua partai tunggal dan satu partai ganda.
 
Support : Creating Website | Johny Template | DuaR Template
Copyright © 2011. Dua 'R' Gorontalo - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger